WAYANGAN

Selasa, 12 November 2013

TERBAIK UNTUK KITA






apakah semua yang kita inginkan mesti untuk teraih ...?
bukankah tidak semua yang kita kehendaki juga harus dimilikki ...?

sebesar apapun usaha untuk meraihnya ...
sekuat apapun cara kita untuk memilikkinya ...
disitulah ...
alam menggiring hati untuk belajar IKHLAS
karena darimana IKHLAS itu akan dimiliki saat semua terpenuhi ...




impian tak jua mesti terjadi
harapan tak jua mesti menjadi nyata

belajar untuk ber SABAR itulah kenyataannya ...
sebab, ketika semua harapan dan impian lantas terwujud
lalu... darimana kita bisa belajar untuk ber SABAR




saat DOA telah terlantunkan
segenap rasa dalam hati tertuang di malam yang hening
lantas ...
terkabulkankah semua DOA ...?
l a l u ...
adakah guna DOA yang terpanjatkan ...?

Tuhan meminta kita untuk belajar IKHTIAR dalam setiap DOA ...
sebab ketika setiap DOA mesti terkabulkan segera ...
lalu darimana kita akan belajar untuk IKHTIAR ...?




ketika pun senang selalu hadir
bahagia tak pernah henti menemani
susah tak pernah hadir
sakit tak kita rasakan
perihnya kehidupan jua tak pernah ditemui

apakah kita akan kenal dengan Tuhan ...?

dengan adanya rasa sakit
dengan merasakan ngilu perihnya kehidupan

justru disitulah kita akan kenal Tuhan lebih dekat
dekat 
dan semakin dekat ...


semua telah tertulis di lautan tinta Allah
meski itu jua berbasis dari sebuah niat

y a k i n l a h ...
dan percayalah ...

semua ketentuan Allah
adalah yang TERBAIK UNTUK KITA











salam damai hati selalu


Sabtu, 06 April 2013

RANTING PATAH






seperti ranting yang patah lalu jatuh ke tanah
yang tak mampu menahan beban karna rapuh dan lelah
berawal dari sebuah dahan yang kokoh
oleh masa menjadikan waktu terjalani sudah


ketika sang ranting jatuh di atas tanah 
lama kelamaan membusuk dimakan asa
hilanglah cerita sang ranting menjadi punah 
tapi ia telah memberi warna dalam cerita


dahulu ia adalah di antara pesona
dahulu ia adalah cerita kesejukkan
kisah menjadikan saksi bisunya
kini ia hanya tinggal kenangan


setelah usai cerita sang ranting
usai pula tugas yang diperankan
apa dan mengapa dahulu tak menjadi penting
karna sang ranting tak pernah meminta jawaban


ranting patah kini T1ada
berlalulah hidup apa adanya
jangan takut dengan sebuah tanya
yang memberi tak pernah untuk meminta


















banyak hal yang tak bisa untuk dicerita
banyak hal pula tak mesti mencari bukti
sebagaimana ada dan T1ada
sebagaimana pula kasih tak pernah meminta arti






















Hulubalang T1ada


Selasa, 02 April 2013

HATI YANG MELIHAT







aku tak melihat bunga memekarkan kuncupnya

t e t a p i

semerbak harumnya memberi rasa tentang keindahan sang bunga


aku tak melihat  bukit menjulang nan menghijau
t e t a p i
perasaan ini tergetar manakala belaian angin menghembuskan di puncaknya

burung_burung tak terlihat terbang di langit oleh mata ini
 n a m u n
selalu getaran suara alam membisikkan kepakkan sang burung di telinga ini

tak kulihat anak_anak kecil melintas sembari sungging tebar SENYUMAN

tapi suara mereka dalam canda dan tawa
kudengar bahagia penuh keluguan

aku tak melihat mencekamnya sang mentari tenggelam di ujung pinggiran langitku

desir angin saja lagi yang kurasa
menyapa rerumputan

cahaya rembulan yang terpancar di pelataran laut

terasa ombak yang mempermainkan pantai






beginilah aku

D I A M
menikmati senandung alam

puji syukur kepada NYA 
dengan apa yang ada pada diri ini


b e g i t u p u n

syukurku dengan SENYUM yang pernah disemai

tak perlu kulihat dengan tatapan mata ini 
akan wajahmu dia dan mereka

cukuplah hati ini yang merasa 
betapa bahagianya melihat SENYUM itu
telah engaku rasakan di hatimu

w a l a u

kenyataan takdir menyapa duka air mata ini

sebagai pengorbanan dari sebuah janji










terimakasih Yaa Rabbi
















nafas DIAM Hulubalang




DIAM Hati Bersuara





turut kurasakan DIAM nya bintang dan laut

DIAM nya kota tatkala malam meninabobokkan tiap raga yang kelelahan 

nafasku berbisiksaat suasana DIAM tak bersuara


nafas ini merasakan DIAM nya hutan sebelum digerakkan sang bayu

dan DIAM nya mereka yang terbaring sakit 
ketika mengerlingkan pandangan di seputar dinding

nafas inilah yang merasakan DIAM nya cinta yang teramat dalam

begitupun kebencian yang bergejolak di hatimu

DIAM nya persahabatan yang setibanya terpatahkan

DIAM nya emosi di jiwa yang meluluhkan keinginan sang hati

DIAM nya orang tertatih berucap selamat tinggal
manakala meregang nyawa sembari berpayah memegang tangan kerabat dan sahabat


nafas ini juga yang merasakan

DIAM nya seorang ayah yang kebingungan 
karna tak dapat memenuhi kebutuhan anaknya

DIAM nya sang bayi tenang di susuan sang ibu

dan DIAM nya orang_orang lemah 
yang dikuasai para penjilat

lalu beragamlah warna_warni kehinaan yang menimpanya



bibirmu yang mengatup DIAM

terpesonakan hening tatapan sanyu mengurai SENYUM

adalah DIAM mu 
terbisikkan hati hendak bersuara



D I A M

adalah tempat ibadah hati dan fikiran yang mendalam



















nafas DIAM Hulubalang



TERBIT DAN TERBENAM




andailah seluruh lelaku hidup seumpama langit benih di bawah terpaan sinar mentari
kebiruannya tidak dikeruhkan oleh awan hitam

andailah seluruh jalan kehidupan terbentang 
ditaburkan wewangian bunga dan sentuhan kasih

andailah kebahagiaan terbaluri di tiap siang dan malam

tidakkah terindukan saat-saat terbit dan terbenam ?

tidakkah terasa kehilangan saat-saat kelabu yang pernah tersamarkan ?

tidakkah pula terindukan sebagian awan nan hitam 
atau badai untuk menghancurkan hembusan angin yang berterusan di kegembiraan yang tiada ujung ?


andailah seluruh penyakit sirnah 
dan duka meregang nyawa

l a n t a s

kepada siapa lagi simpati kan tercurahkan ?


andailah semua kepedihan dan kepiluan tak pernah lagi hinggap di hati

tiap insan mendapatkan semua impiannya
b a h a g i a

kesabaran pun telah mati

impian tak lagi melintas

nikmat penderitaan tak pernah lagi dirasa



m a k a

jadilah alam ini tanpa perasaan

.....................................

.....................................








inikah yang teringinkan ?



















Janji Di Perjalanan





jangan pernah terucap bahwa takkan ada yang dapat memisahkan ini semua

k a r e n a

saat kecemburuan merayap
ketika kedengkian menyeruak
dan perselisihan pun terjadi di antaranya

jangan berikan sedikitpun ruang itu mencabik apa yang sudah pernah bersama lalui

jangan pula pernah berjanji akan mencintai jasad ini sepanjang hayat

karena perputaran hati dikemudian hari terselip keraguan di dalam hati

saat beda keyakinan beradu
jangan rendahkan pendapat ini

terimalah
dengan kelapangan dada akan semuanya


sungguh mudah kata terucap menggema

namun ia pun cepat menguap di udara 
seiring pergantian hari


bukankah lebih baik

kepercayaan untuk ikhlas melindungi

daripada berkali terdengar kata manis yang terucap


y a k i n l a h

di dalam kelembutan sikap yang kulihat

kepercayaan dan cinta

ada selalu doa yang mengiringi


dan tak pernah diri menyesal 
dengan janji yang pernah terucap

karna demikianlah Hulubalang berjalan 
menyusuri masa di antara pergantian waktu




seutas janji

di balik kata DIAM meletakkan pedang amanah






nafas DIAM



BUAT PUTRA PUTRIKU




putra putri ku

meskipun kalian hidup bersamaku
tapi kalian bukanlah milikku

sesadar jiwa ini semua hanyalah  titipan Nya


kasih dan sayang yang tercurah

tak dapat untuk menanamkan benih pikiranku

s e b a b

telah kelak lelakumu membentuk alam cipta pemikiran tersendiri


dapat kubuatkan tempat tinggal bagi kalian

tapi tak dapat kupaksakan jiwa kalian menetap disini


j i w a m u

adalah di tempat hari esok 
hari yang tak dapat kukunjungi


aku sanggup menempuh apapun untuk jadi sepertimu

t e t a p i
taklah bisa kumemaksakan kalian untuk menjadi sepertiku


hidup takkan pernah kembali ke belakang

dan tidak pula dilenakan tinggal di rumah kemarin


berjalanlah dengan SENYUM yang kalian miliki

diketika ayah DIAM dengan SENYUM yang kian lama terlupakan










nafas DIAM




Sabtu, 30 Maret 2013

Sahabat Senja



masa muda yang pernah hilang dari diri
bukan alasan untuk jadi merana

hari yang kian berlalu
babak usia yang menginjak corak langit senja
kenapa mesti ditangisi ?

tidaaaklah aku takut pada uban di ubun_ubun
karena pun aku sudah sedih sebelum ubun_ubun hadir tercipta

tetapi ia telah memenuhiku
masa muda tak mau melepaskanku
tidak pula merubuhkan keinginan janjiku
walaupun disadari senja kian menampar wajah kelelahan ini

aku bukanlah sahabatnya
tetapi ia berbuat baik kepadaku
ketika semua sahabat menghianatiku

s e n y u m

kepada janji dan doa yang tak pernah kusesali
sebagai sahabat di perjalanan


di ujung senja kian berakhir






R u m a h

Rumah bagus dan cantik letaknya di tanah
Jangan letakkan di dalam hati

Kalau rumah diletakkan di dalam hati
perih dan menyakitkan

Hati terbakar dan panas
airmata belum tentu mampu memadamkan dan mendinginkannya

Harta, emas dan perak
Simpanlah dalam peti besi yang kokoh
Jangan di simpan di dalam hati

Bila pencuri datang berkunjung
yang hilang hanya peti dan isinya

Kalau di simpan di dalam hati
Hati terbawa entah kemana
Tercabut terbongkar dari tempatnya
Sakitnya tiada terkira

Hudlurkan - ikhlaskan hati beserta Allah
Tak akan sirna

kekal dan indah