aku tak melihat bunga memekarkan kuncupnya
t e t a p i
semerbak harumnya memberi rasa tentang keindahan sang bunga
aku tak melihat bukit menjulang nan menghijau
t e t a p i
perasaan ini tergetar manakala belaian angin menghembuskan di puncaknya
burung_burung tak terlihat terbang di langit oleh mata ini
n a m u n
selalu getaran suara alam membisikkan kepakkan sang burung di telinga ini
tak kulihat anak_anak kecil melintas sembari sungging tebar SENYUMAN
tapi suara mereka dalam canda dan tawa
kudengar bahagia penuh keluguan
aku tak melihat mencekamnya sang mentari tenggelam di ujung pinggiran langitku
desir angin saja lagi yang kurasa
menyapa rerumputan
cahaya rembulan yang terpancar di pelataran laut
terasa ombak yang mempermainkan pantai
beginilah aku
D I A M
menikmati senandung alam
puji syukur kepada NYA
dengan apa yang ada pada diri ini
b e g i t u p u n
syukurku dengan SENYUM yang pernah disemai
tak perlu kulihat dengan tatapan mata ini
akan wajahmu dia dan mereka
cukuplah hati ini yang merasa
betapa bahagianya melihat SENYUM itu
telah engaku rasakan di hatimu
w a l a u
kenyataan takdir menyapa duka air mata ini
sebagai pengorbanan dari sebuah janji
terimakasih Yaa Rabbi
nafas DIAM Hulubalang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar